Sampai jumpa, angin.

Suara ini tidak asing lagi bagiku. Suara yang selalu kudengar setiap kali aku membuka lembaran baru hariku. Mereka lebih ramah dari Ibuku... dan hanya mereka lah teman terbaikku.
"Hahaha... hentikan! Iyaiya, aku akan bangun!" lalu dia berhenti dan pergi sambil tertawa kecil bersama teman-temannya.
"Besok kau harus menemaniku sepanjang hari," ujarku kepadanya. Dia hanya terdiam, dan terus pergi menjauh dari pandanganku. "Sampai jumpa, angin."

Komentar

Postingan Populer